Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

MODERASI ISLAM KH. ABDUL MUCHITH MUZADI DAN IMPLIKASINYA DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASYARAKAT NAHDLIYIN DI INDONESIA

2023•Koleksi Perpustakaan

Afiyah, Vina Nur. 2023. Moderasi Islam Perspektif KH. Abdul Muchith Muzadi dan Implikasinya Dalam Perkembangan Pendidikan Islam Masyarakat Nahdliyin di Indonesia. Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Shohib, MA. Kata kunci: moderasi islam, Implikasi, KH. Abdul Muchith Muzadi. Kajian mengenai gagasan moderasi Islam yang berdasarkan pemikiran KH. Abdul Muchit Muzadi dianggap sangat penting untuk dilakukan, karena dapat memberikan solusi terhadap masalah pemahaman teologis yang seringkali memicu radikalisasi, intoleransi, dan tindakan terorisme di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran KH. Abdul Muchit Muzadi tentang moderasi Islam dan menerapkannya dalam perkembangan pendidikan Islam di masyarakat Nahdliyin Indonesia. Penelitian ini memiliki dua perumusan masalah utama, yaitu: 1. Bagaimana pandangan KH. Abdul Muchit Muzadi tentang moderasi Islam? 2. Bagaimana implikasi pandangan tersebut terhadap perkembangan pendidikan Islam di kalangan masyarakat Nahdliyin di Indonesia? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan: 1. Pandangan KH. Abdul Muchit Muzadi tentang moderasi Islam, dan 2. Implikasi pandangan tersebut terhadap perkembangan pendidikan Islam di kalangan masyarakat Nahdliyin di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis telaah kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis historis. Terdapat enam tahap dalam metode analisis isi, yaitu: unitizing, sampling, recording, reducing, abductively infering, dan narrating. Selanjutnya, dilakukan uji validitas untuk memastikan keabsahan data yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan KH. Abdul Muchit Muzadi tentang moderasi Islam mencakup: pertama, persatuan; kedua, keadilan; ketiga, tawassuth wal i'tidal; keempat, ukhuwah islamiyah, wathaniah, dan insaniyah. Implementasi moderasi Islam yang diusulkan oleh KH. Abdul Muchit Muzadi melibatkan beberapa nilai, seperti tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, al musawah, syura, islah, tatawur, ibtikar, tahadhur, wathaniah, dan muwathanah dan qudwatiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Manyar Sekaran Lamongan)

2023•Koleksi Perpustakaan

Luthfi, Moh. 2023, Transformasi Sistem Pendidikan Islam Di Pondok Pesantren (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Manyar Sekaran Lamongan), “Tesis”, Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Dr. Muhammad Farih,Lc., M.Pd.I. Kata Kunci: Transformasi, Sistem Pendidikan Islam, Pondok Pesantren Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. pelaksanaan pendiikan harus mampu beradaptasi dengan keadaan sekitar. oleh karena itu tranformasi pendidikan adalah sebuah keniscayaan. pondok pesantren Ihyaul Ulum Manyar Sekaran Lamongan adalah salah satu lembaga pendidikan yang telah bertransformasi dari waktu segingga bisa selaras dengan perkembangan zaman. apa yang melatar belakangi, bagaimana poses trsformasi, setr hasi dari transformasi yang telah dilakukan oleh pondok pesantren Ihyaul Ulum adalah hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini menggunakan teknik setudi kasus dan bersifat kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara keseluruhan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah. metode observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Transformasi pendidikan yang terjadi di pesantren Ihyaul Ulum Manyar Lamongan dilatar belakangi oleh: pertam, kualitas pemahaman santri terhadap agama melalaui kitab klasik dirasa masih kurang maksimal dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Kedua, tuntutan dari masyarakat terhadap pesantren yang tidak hanya berfokus kepada ilmu agama, namun juga faham ilmu pengetahun umum terlebih adanya pengakuan dari ijazah formal. Transformasi Kurikulum dilakukan memalui beberapa tahapan sebagai berikut: 1)Perencanaan Kurikulum Pesantren Ihyaul Ulum Manyar 2)Pengorganisasian Kurikulum Mandiri 3)Implementasi Kurikulum Mandiri. pondok pesantren ihyaul ulum bertrasformasi menjadi lembaga pendidikan menggunakan sistem kurikulum integral atau gabungan yaitu sistem kitabnya klasik model pembelajaran nya moderen. Dampak positif dengan adanya trasformasi pendidikan adalah sebagai berikut: 1) Dasar Keagamaannya lebih kuat 2)Yang diajarkan di pesantren itu lebih mengena kepada murid 3) Lebih bebas menentukan kebutuhan murid 4) Ciri khas kepesantrenannya lebih nampak 5) Menggunakan kitab kitab klasik sesuai kebutuhan murid. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: 1) Kurang siapnya peserta didik terhadap perubahan kurikulum 2) Kurangnya tenaga pengajar yang berkompeten dalam menerapkan kurikulum baru 3) kesulitan dalam penertiban administrasi siswa. 4)kterbatasan Sarana Prasarana. 5)Terjadinya gesekan antara guru sertifikasi dan guru yang belum sertifikasi. 6) Kurangnya lahan yg seharusnya digunakan untuk perluasan pesantren atau lembaga formal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGUATAN LIFE SKILLS SANTRI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN KULLIYATUL MUALLIMIN AL-ISLAMIYAH (KMI) ASSALAM BANGILAN TUBAN

2023•Koleksi Perpustakaan

Alfafah, Susi. 2023. Penguatan Life Skills Santri Dalam Pembelajaran Agama Islam Di Pondok Pesantren Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) Assalam Bangilan Tuban. Tesis, Progam Studi Megister Pendidikan Agama Islam, Unniversitas Kiyai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Mohammad Makinuddin, M.Pd.I. Kata Kunci: Pengutan, Life Skills Santri, Pembelajaran Agama Islam Di era globalisasi saat ini tugas lembaga pendidikan seharusnya mampu menyiapkan dan mencetak generasi yang tidak hanya berintelektual, tapi juga dapat mengelola, memecahkan, memanfaatkan sumber daya yang ada, menyesuaikan, dan dapat diandalkan. Oleh karna itu pondok pesantren KMI Assalam Bangilan Tuban selain menransfer ilmu agama, juga melaksanakan berbagai upaya dalam penguatan life skills santri sebagai bekal dan mencetak generasi yang aktif, kreatif, inovatif, dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana: (1) Sistem penguatan life skills santri dalam Pembelajaran Agama Islam di pondok pesantren KMI Assalam Bangilan Tuban, (2) Strategi penguatan life skills santri dalam Pembelajaran Agama Islam di pondok pesantren KMI Assalam Bangilan Tuban, (3) faktor-faktor pendukung dan penghambat penguatan life skills santri dalam Pembelajaran Agama Islam di pondok pesantren KMI Assalam Bangilan Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jennis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu pengumpulan dan penyususnan data yang kemudian diolah, dijelaskan, dan dianalisis. Informan penelitian yaitu waka madrasah KMI Assalam, asatidz, pengurus OSPA, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penyusunan progam, kurikulum, visi, misi, tujuan, sumber belajar, jajaran pimpinan, guru, dan santri, yang dibentuk untuk menjadi satu kesatuan sistem penguatan life skills santri di pondok pesantren KMI Assalam Bangilan Tuban. (2) strategi penguatan life skills santri di pondok pesantren KMI Assalam dengan membentuk organisasi santri Assalam (OSPA), dan telah mecakup penguatan: (a) personal skill, (b) spiritual skill, (c) thingking skill, (d) social skill, (e) academic skill, (f) vocational skill. (3) Faktor pendukung dan penghambat penguatan life skills santri, (a) faktor pendukung: (1) progam kegiatan yang beragam dan bermacam, (2) pemimpin yang kompeten, (3) peserta didik bermuqim di pondok, (4) sarana dan prasarana yang mendukung, (5) manaegemen pengelolaan pesantren melibatkan para santri, (6) lingkungan dan amsyarakat medukung, (7) motivasi dan gemblengan. (b) Faktor penghambat: (1) latar belakang santri yang berbeda, (2) masih ada peserta didik bajak, (3) fasilitas belum cukup memadai, (4) santri yang kurang sadar, (5) proses pembiasaan yang membutuhkan waktu lama, (6) padatnya keguatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGUATAN SIKAP MODERASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SMP MAMBAUS SHOLIHIN TUBAN

2023•Koleksi Perpustakaan

Afifah, Siti Faridatul. 2023. Penguatan Sikap Moderasi Siswa Dalam Pembelajaran Agama di SMP Mambaus Sholihin Katerban Senori Tuban. Tesis Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pasca Sarjana, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Saeful Anam, M.Pd.I. Kata Kunci: Penguatan, Sikap Moderasi Siswa, Pembelajaran Agama Islam Pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan di masa depan memunculkan perhatian terhadap permasalahan pencarian identitas dan potensi berkembangnya paham ekstremisme dan radikalisme, keterkontaminasian kalangan remaja dan pelajar dengan doktrin paham radikalisme memiliki potensi bahaya di masa depan. Penguatan sikap moderasi siswa sangat dibutuhkan untuk memperkuat pemahaman yang moderat, terutama dalam menghadapi tantangan di era modernitas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan jawaban dari permasalahan yang telah dirumuskan yakni 1) bagaimana bentuk penguatan sikap moderasi siswa melalui pembelajaran agama islam, 2) bagaimana implementasi penguatan sikap moderasi siswa dalam pembelajaran agama islam di sekolah. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif atau disebut juga dengan penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian ini adalah studi nilai tentang penguatan sikap moderasi siswa dalam pembelajaran agama islam di SMP Mambaus Sholihin Tuban. Pendekatan fenomologi digunakan untuk memahami bagaimana proses penguatan sikap moderasi yang berlangsung di sekolah tersebut melalui keterlibatan peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu pengumpulan dan penyususnan data yang kemudian diolah, dijelaskan, dan dianalisis. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, guru PAI, siswa mukim dan non mukim serta orangtua. Hasil penelitian yakni 1) Penguatan sikap moderasi siswa dilakukan melalui berbagai bentuk dan proses, seperti pendidikan agama yang komprehensif, pembinaan kepemimpinan moderat, kegiatan sosial, pelatihan keterampilan sosial, peran model guru dan staf sekolah, penggunaan teknologi dan media yang bijak, serta keterlibatan orang tua. 2) Implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan agama, tetapi juga pada pengembangan sikap dan perilaku moderasi yang mencerminkan ajaran Islam yang seimbang, toleran, dan inklusif melalui indikator moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Paradigma Baru Filsafat Pendidikan Islam

2023•Koleksi Perpustakaan

Buku ini berawal dari paper yang penulis siapkan untuk memberi matakuliah filsafat ilmu, filsafat Islam dan filsafat pendidikan Islam, serta isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Penulis sangat berterima kasih kepada Bapak Rektor UIN Walisongo Semarang atas dukungan dana untuk penulisan bahan ajar matakuliahÊ filsafat pendidikan Islam, dan juga dukungan dana untuk melakukan post doctoral research di Marmara University Istanbul Turki, dan Nagoya University Jepang, sehingga penulis dapat memperoleh buku-buku referensi yang relevan dengan bidang kajian filsafat pendidikan Islam, sehingga buku ini bisa terwujud dalam format yang lebih sistematis dan isi yang lebih berbobot dan memiliki sudut pandang yang berbeda dengan bukubuku filsafat pendidikan Islam yang sudah ada. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DAN IMPLIKASINYA DALAM PERSPEKTIF KH. BISRI MUSTHOFA

2023•Koleksi Perpustakaan

Zhamroni, Muhammad Fery. 2023. Pendidikan Islam Moderat dan Implikasinya Dalam Perspektif KH. Bisri Musthofa. Tesis, Program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik, Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Shohib, MA. Kata kunci: Pendidikan Islam Moderat, Implikasi, KH. Bisri Musthofa Kajian tentang gagasan pendidikan Islam moderat yang dilandasi oleh pemikiran KH. Bisri Musthofa, seperti yang dirasa sangat perlu dilakukan. Mungkin bisa menjawab persoalan pemahaman teologis yang kerap menyulut radikalisasi, intoleran, dan aksi terorisme di Indonesia. Dalam kajian ini, peneliti akan mengkaji pemikiran KH. Bisri Musthofa terkait pendidikan Islam moderat, untuk kemudian diimplikasikan bagi pengembangan pendidikan Islam di masyarakat Indonesia. Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana konsep pendidikan Islam moderat perspektif KH. Bisri Musthofa, dan (2) Bagaimana implikasi pendidikan Islam moderat menurut pemikiran KH. Bisri Musthofa bagi pengembangan pendidikan Islam di masyarakat Indonesia. Lalu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Medeskripsikan konsep pendidikan Islam moderat perspektif KH. Bisri Musthofa, dan (2) Mendeskripsikan implikasi pendidikan Islam moderat menurut pemikiran KH. Bisri Musthofa bagi pengembangan pendidikan Islam di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis telaah kepustakaan (library research). pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya dilakukan dengan analisis isi (content analysis) dan analisis historis. ada enam tahapan dalam metode analisis isi yaitu: unitizing, sampling, recording, reducing, abductively infering, narating. kemudian dilanjutkan dengan validitas tes terkait keabsahan data yang di kaji. Selain itu penulis juga melihat dalam mengalobarasi konsep pendidikan Islam moderat KH. Bisri Musthofa. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep pendidikan Islam moderat menurut KH. Bisri Musthofa adalah: Pertama, konsep integrasi. Kedua, keseimbangan. Ketiga, kebebasan dan kesetaraan. Keempat, kemaslahatan dan keutamaan. Adapun implementasi dari konsep pendidikan Islam moderat yang digagas oleh KH. Bisri Musthofa meliputi beberapa nilai. Diantaranya yaitu; Pertama, Integrasi: kemandirian, tanggung jawab, dan qana’ah. Kedua, Keseimbangan: cinta tanah air, cinta damai, dan menghormati orang lain. Ketiga, Kebebasan dan kesetaraan: jujur, adil, dan optimis. Keempat, Kemaslahatan dan keutamaan: beradab, disiplin, sabar, tawadhu’, dan kesadaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KECERDASAN INTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL DALAM PENGUATAN NILAI-NILAI ISLAM MODERAT DI PESANTREN NURUL JADID

2023•Koleksi Perpustakaan

Shofiyah, Villah Aisy. 2023. Kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal dalam Penguatan Nilai-Nilai Islam Moderat di Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Saeful Anam, M.Pd.I. Kata Kunci: Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Islam Moderat Setiap individu memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, hal ini bertentangan dengan realita di masyarakat yang abai dengan kecerdasan lain dan hanya menganggap kecerdasan dalam bidang akademik lebih utama. Individu yang mampu memiliki kecerdasan sosial dan kecerdasan intrapersonal akan tetapi tidak unggul dalam bidang akademik di anggap bukan sesuatu yang istimewa. Dua kecerdasan ini merupakan kemampuan yang berhubungan langsung dengan nilai-nilai Islam moderat. Islam moderat mengandung nilai-nilai yang tidak lepas dari nilai kemanusiaan. Pesantren Nurul Jadid Probolinggo menjadi jawaban atas pemenuhan kebutuhan di atas. Selain menyuguhkan lembaga-lembaga pendidikan, pesantren Nurul Jadid juga penjagaan budaya, etika dan moralitas keagamaan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengupas bagaimana : (1) Proses pengembangan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal dalam penguatan nilai-nilai Islam moderat di pesantren Nurul Jadid, (2) Nilai-nilai Islam moderat yang dihasilkan dari pengembangan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal di pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Teknik yang dipilih dalam pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa: (1) proses yang digunakan dalam mengembangan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal dalam penguatan nilai-nilai Islam moderat di pesantren Nurul Jadid yakni dengan kegiatan atau program yang sesuai dengan nilai-nilai kepesantrenan Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri. (2) nilai-nilai Islam moderat yang dihasilkan dari pengembangan kecerdasan Intrapersonal dan Interpersonal tawassuth (sikap tengah tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (saling menghargai atau toleransi), syuro (saling bermusyawarah), ishlah (memperbaiki), tathowwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif) dan muwathanah (cinta Tanah Air).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

LIVING VALUES EDUCATION DALAM PENGUATAN NILAI ISLAM MODERAT DI SEKOLAH (Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Islamic Qon GKB Manyar Gresik )

2023•Koleksi Perpustakaan

Maulidiyah, Zakiyatul, 2023. Implementasi Living Values Education Dalam Penguatan Nilai Islam Moderat Di Sekolah (Studi Kasus Di Sekolah Menengah Pertama Islamic Qon Gkb Manyar Gresik). Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Saeful Anam, M.Pd.I. Kata Kunci: living values education, Islam moderat Pendidikan merupakan satu dari beberapa faktor yang sangat mempengaruhi kualitas kehidupan manusia. Untuk mewujudkan hal tersebut sekolah dituntut untuk membentuk dan menghasilkan lulusan sekolah yang tidak hanya mampu menjadi insan yang cerdas, namun juga berkarakter dan berkepribadian yang unggul dengan harapan agar generasi bangsa kelak dapat tumbuh dan berkembang dengan karakter yang berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Living values education hadir menjadi solusi yang memudahkan tercapainya tujuan tersebut. sehingga peserta didik menjadi sadar akan nilai-nilai ke-Islaman. Yang kemudian nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di SMP Islamic Qon GKB Manyar Gresik. Subjek penelitian adalah pimpinan, guru PAI dan siswa di SMP Islamic Qon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah Menyiapkan data, Membaca seluruh data, Menganalisis, Menerapkan proses pengkodean, Menjelaskan deskripsi, dan Melakukan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Implementasi Living Values Education dalam penguatan nilai islam moderat ditemukan telah terprogram dalam beberapa kegiatan antara lain: pembiasaan rutin, spontan, keteladanan. 2) Faktor pendukung dalam hal ini adalah kualitas guru yang baik, adanya pembiasaaan yang dilakukan setiap hari, sarana dan prasarana yang memadai, serta orang tua yang turut memaksimalkan peran dalam memonitoring. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: guru yang tidak bisa menjadi uswah, orang tua yang tidak memaksimalkan perannya dalam memonitoring kegiatan anaknya selama di rumah, adanya perbedaan input dalam diri peserta didik baik dari segi asal kalangan dan kemampuannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

MODEL BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Studi Multi Situs MTsN 1 Lamongan dan SMP Terpadu Al-Mubtadi’in Babat)

2023•Koleksi Perpustakaan

Dita, Vinanda Yuni. 2023. Model Budaya Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa di MTsN 1 Lamongan dan SMP Terpadu Al-Mubtadi’in. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih. Pembimbing: Dr. H. Muhammad Najib, MA. Kata Kunci: Budaya Sekolah, Pembentukan Karakter Perkembangan teknologi saat ini membawa pengaruh besar terhadap perubahan sikap dan perilaku, dampak negatif khususnya bagi para pelajar mengalami degradasi moral, dan degradasi iman, Upaya pembentukan karakter dilakukan melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar dan kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di sekolah. Pola pembiasaan dalam budaya sekolah dapat dijadikan sebagai sebuah nilai yang diakui bisa membentuk pola perilaku. Ketika praktek sudah terbiasa dilakukan, maka pembiasaan ini akan menjadi habit bagi yang melakukannya. Kemudian pada waktunya akan menjadi tradisi atau budaya yang sulit untuk ditinggalkan. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana model budaya sekolah dalam pembentukan karakter siswa di MTsN 1 Lamongan dan di SMP Terpadu Al-Mubtadi’in Babat, (2) Bagaimana hasil pelaksanaan model budaya sekolah dalam pembentukan karakter siswa di MTsN 1 Lamongan dan di SMP Terpadu Al-Mubtadi’in Babat, (3) Apa persamaan dan perbedaan model budaya sekolah dalam pembentukan karakter siswa di MTsN 1 Lamongan dan di SMP Terpadu Al-Mubtadi’in Babat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, proses penelitian ini diharapkan menghasilkan data-data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati untuk memberikan penjelasannya, dengan jenis studi kasus dan rancangan multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrument penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model budaya sekolah antara lain budaya hidup bersih, 5S, upacara, sholat dhuha, mengaji, berdo’a, melafalkan asmaul husna, sholat dhuhur berjama’ah, keputrian, literasi, tahfidz, dan budaya digital, sholat taubat, budaya ala pesantren, budaya aswaja An-Nahdliyah, dan budaya SEMARAK. Dengan sistem kolegial, dengan strategi menganalisis kebutuhan, perencanaan, menetapkan visi, misi, merealisasikan, monitoring dan evaluasi. Tahapan yang digunakan dalam pembentukan karakter adalah tahap pengenalan, pelaksanaan, keteladanan, penyadaran, riyadloh dan branding image. (2) Hasil model budaya sekolah dalam pembentukan karakter religius, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, kreatif, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab, dan menjadikan madrasah kompetitif dan unggul baik secara teoritis, praktis, dan analisis faktual (3) Persamaan menggunakan model kolegial, perbedaannya terletak pada tahapan pembentukan karakter, dan kegiatan budaya sekolah yang diterapkan di MTsN 1 Lamongan dengan memanfaatkan teknologi digital, sedangkan di SMP Terpadu Al-Mubtadi’in berpedoman pada paham Ahlussunnah wal jama’ah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUKANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUARBIASA (SDLB) NEGERI CERME

2023•Koleksi Perpustakaan

Susilowati, 2023. Pendidikan Agama Islam untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SDLB Negeri Cerme. Tesis, Program Studi Megister Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Muizzuddin,M.Pd.I. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, faktor pendukung dan penghambat ABK. ABK sering dikenaldengansebutan ALB (AnakLuarBiasa). Karena dibutuhkan keahlian khusus dalam memberi pengajaran terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, pendidik bukan sekedar mengajar saja melainkan pendidik harus lebih selektif dalam mengamati bakat dari peserta didik tersebut. Tujuan penelitian ialah mendalami bagaimana: (1) Proses pendidikan agama islam untuk anak berkebutuhan khusus SDLBN Cerme. (2) Faktor pendukung dan penghambat serta upaya yang dilakukan dalam pendidikan agama islam untuk anak berkebutuhan khusus. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan peneliti, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan pengamatan, interview dan dokumentasi. Instrumen penelitian dilakukan oleh peneliti itu sendiri. Peneliti menggunakan spiral analisis data yaitu Peneliti harus masuk ke dalam lingkaran analisis dengan data berupa kata-kata (teks), foto-foto dan keluar dengan membawa laporan. Selama peneliti masih berada dalam spiral analisis, maka peneliti bersinggungan dengan beberapa saluran analisis, berputar dan terus berputar. Informan penelitian meliputi:kepala sekolah, wali kelas, guru Pendidikan Agama Islam, wali murid, guru ekstrakurikuler agama, anak-anak berkebutuhan khusus dan operator sekolah. Hasil penelitian ialah(1) Dalam pelaksanaan proses pendidikan agama islam terdapat beberapa kegiatan keagamaan seperti upacarabendera, sholatdhuha dan dhuhur berjamaah, literasi, pondok Ramadhan, tilawatilqur’an. (2) Faktor pendukung pendidikan agama islam di SDLBN Cermeantara lain: guru, kerjasama orangtua, motivasi, minatbelajar, penggunaan bahasa iIndonesia secara oral ataupun isyarat, penggunaan alat peraga, pemberianreward sertas arana dan prasarana. Adapun factor penghambatnya antara lain: kurang konsentrasi, problem pada pesertadidik, kurangnya guru pendidikan agama islam di lembaga tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER MODERASI BERAGAMA (Studi Kasus Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng)

2023•Koleksi Perpustakaan

Lestari, Puji. 2023. Penanaman Nilai-Nilai Multikultural Untuk Membentuk Karakter Moderasi Beragama (Studi Kasus Sinau Bareng Cak Nun Dan Kiai Kanjeng Tahun 2022). Tesis, Progam Studi Megister Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr.M. Muizzuddin, M.Pd.I. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Multikultural, Sinau Bareng. Adanya perbedaan bermacam-macam aspek seperti suku, ras dan agama memberikan pengaruh yang cukup besar ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, yang akan menimbulkan dampak negative terhadap kesatuan dan kebersamaan. Oleh karenanya harus ada perhatian khusus baik dari lingkungan pemerintahan, Lembaga pendidikan maupun masyarakat, salah satu strateginya adalah dengan mengajarkan nilai-nilai Pendidikan multicultural dalam majelis masyarakat maiyah sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan: 1) Nilai-nilai Pendidikan multicultural dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. 2) pengaruh dari Pendidikan nilai-nilai multicultural untuk membentuk karakter moderasi beragama dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. dengan mengambil subjek utama mejelis masyarakat maiyah (sinau bareng cak Nun dan Kiai Kanjeng) dan pendidikan multicultural sebagai objeknya. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan audiovisual. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu pengumpulan dan penyususnan data yang kemudian diolah, dijelaskan, dan dianalisis. Informan penelitian yaitu panitia sinau bareng, jamaah maiyah dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng merupakan sebuah forum yang egaliter. Siapapun bebas untuk hadir ke majelis ini. Sinau bareng adalah majelis yang sangat cocok untuk menerapkan Pendidikan nilai-nilai multicultural, karena banyak faktor yang mendukung terwujudnya Pendidikan multicultural diantaranya adalah berbagai latar belakang jamaah yang hadir, baik dalam faktor agama, budaya, usia dan gender, daerah asal, dan faktor-faktor lainnya. Adapun nilai-nilai Pendidikan multikutural sebagai bentuk moderasi beragama dalam sinau bareng adalah 1) Toleransi 2) kesetaraan 3) demokrasi 4) keadilan 5) kerukunan 6) saling mengenal 7) saling membantu 8) bermusyawarah. yang memberikan pengaruh positif dan berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari dalam majelis maiyah khususnya dan di masyarakat secara keseluruhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Filsafat Pendidikan Islam

2023•Koleksi Perpustakaan

Pengertian, tujuan, dan ruang lingkup filsafat pendidikan islam, kedudukan alam semesta, manusia, dan ilmu pengetahuan dalam perspektif filsafat pendidikan islam, hakikat pendidikan islam, etika keilmuan dalam filsafat pendidikan islam, tinjauan filsafat pendidikan islam kurikulum, tinjauan filsafat pendidikan islam terhadap alat dan evaluasi pendidikan, tinjauan filsafat pendidikan islam terhadap pendidik dan anak didik, pendidikan islam sebagai suatu sistem, pemikiran filsafat pendidikan islam imam ghazali, pemikiran filsafat pendidikan islam ibnu miskawaih, pemikiran filsafat pendidikan islam dan politik ibnu khaldum, pemikiran filsafat pendidikan islam muhammad abduh, pemikiran filsafat pendidikan islam kh. Hasyim asy’ari, metode, asal dan peranan filsafat pendidikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Filsafat Pendidikan Islam

2023•Koleksi Perpustakaan

Buku ini mengkaji sebuah konsep berpikir tentang kependidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam: filsafat pendidikan Islam. Sebagaimana kita tahu, mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki sebuah konsep pemikiran yang mendasar, sistematik, logis, dan universal tentang pendidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam yang tertuang dalam Alquran dan hadis. Pembahasan dalam buku ini meliputi: konsep manusia dalam Islam, pengertian pendidikan Islam, dasar-dasar pendidikan Islam, tujuan pendidikan dalam Islam, kurikulum dalam pendidikan Islam, konsep pendidik dalam Islam, peserta didik dalam pendidikan Islam, metode pendidikan Islam, media atau alat dalam pendidikan Islam, hubungan visi pendidikan dengan ajaran Islam, evaluasi pendidikan Islam, sejarah masuk dan berkembangnya Islam di indonesia, serta perkembangan sejarah madrasah di Indonesia. Konsep-konsep dasar tersebut akan membawa pembaca sekalian untuk mengenal konsep filsafat pendidikan Islam secara menyeluruh sebagai dasar pemahaman yang lebih lanjut. Filsafat Pendidikan Islam ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI MODERASI SISWA DI SMA AL-HUDA BOARDING SCHOOL TUBAN

2023•Koleksi Perpustakaan

Royatuz Zaman, Vela Shofa, 2023. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Penanaman Nilai-nilai Moderasi pada Siswa di SMA Al-Huda Boarding School Tuban. Tesis, Program studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pembimbing: Dr. Saeful Anam, M.Pd.I. Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Nilai Moderasi Indonesia dengan berbagai macam pluralisme. Akan tetapi, keanekaragaman Indonesia bisa menjadi ancaman integrasi bangsa, jika tidak dikelola dengan baik. Maka, menanamkan nilai Moderasi pada lembaga pendidikan adalah jawaban berbagai macam problemmatika dalam peradaban global. Dalam menanamkan nilai moderasi pada siswa Pembelajaran PAI mempunyai peran strategis, Salah satu komponen penting untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu ketepatan dalam menggunakan metode. Masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana metode pembelajaran PAI dalam penanaman nilai moderasi pada siswa 2) Bagaimana implikasi metode pembelajaran PAI dalam penanaman nilai moderasi pada siswa 3) Apa faktor penghambat dan pendukung metode pembelajaran PAI dalam penanaman nilai moderasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di SMA Al-Huda Tuban. Subjek penelitian adalah pimpinan, guru PAI dan siswa di SMA Al-Huda. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah Menyiapkan data, Membaca seluruh data, Menganalisis, Menerapkan proses pengkodean, Menjelaskan deskripsi, dan Melakukan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Metode yang digunakan dalam penanaman nilai moderasi pada pelajaran PAI di SMA Al-Huda Tuban seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan metode lainnya sehingga dapat membantu mencapai tujuan pendidikan. 2) Implikasi metode pembelajaran PAI dalam penanaman nilai moderasi di SMA Al-Huda Tuban dapat diamati dari tercapainya indikator beragama seperti tasamuh, toleransi, cinta tanah air, anti kekerasan, musyawarah 3) Faktor penghambat metode pembelajaran PAI adalah kurangnya sarana dan prasarana, serta keterbatasan waktu. Sedangkan faktor pendukung adalah: lengkapnya fasilitas dan pembinaan tentang moderasi kepada guru PAI baik di dalam atau di luar sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail